Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
Telkomsel Telkomsel Telkomsel Telkomsel

Kerupuk Basah, Kuliner Khas Kalimantan yang Bikin Penasaran

cek disini

Kerupuk Basah, Kuliner Khas Kalimantan yang Bikin Penasaran

Info Nanga Pinoh- Kalimantan tidak hanya dikenal dengan kekayaan alam dan budaya, tetapi juga memiliki ragam kuliner tradisional yang unik dan menggugah selera. Salah satunya adalah kerupuk basah, makanan khas yang sering membuat wisatawan penasaran karena namanya terdengar janggal. Pasalnya, kebanyakan orang mengenal kerupuk sebagai makanan kering, renyah, dan gurih. Namun, berbeda dengan kerupuk pada umumnya, kerupuk basah justru tidak pernah digoreng dan disajikan dalam keadaan lembut.

Sejarah dan Asal Usul

Kerupuk basah berasal dari wilayah perbatasan Kalimantan Barat, khususnya daerah Kapuas Hulu dan sekitarnya. Makanan ini sudah lama menjadi bagian dari tradisi masyarakat setempat, terutama sebagai sajian dalam acara adat, perayaan keluarga, hingga jamuan untuk tamu kehormatan.

Konon, kerupuk basah awalnya dibuat oleh para nelayan di daerah Sungai Kapuas. Ikan hasil tangkapan yang berlimpah, seperti ikan belida, toman, atau tenggiri, diolah menjadi adonan kerupuk agar lebih tahan lama dan bisa dinikmati dalam berbagai kesempatan. Dari sinilah lahir kerupuk basah yang hingga kini tetap eksis dan menjadi identitas kuliner khas Kalimantan.

Kerupuk Basah, Kuliner Khas Kalimantan yang Bikin Penasaran
Kerupuk Basah, Kuliner Khas Kalimantan yang Bikin Penasaran

Baca Juga : Tari Monong dan Tari Jepin, Warisan Budaya Kalimantan yang Sarat Makna

Bahan dan Proses Pembuatan

Meski disebut kerupuk, proses pembuatannya berbeda dengan kerupuk kering. Bahan utama yang digunakan adalah ikan segar yang sudah dihaluskan, dicampur dengan tepung tapioka, bawang putih, garam, dan bumbu lainnya. Adonan kemudian dibentuk silinder memanjang seperti sosis besar, lalu dikukus hingga matang.

Hasil akhirnya mirip dengan otak-otak atau pempek lenjer khas Palembang, namun memiliki tekstur lebih kenyal dan rasa ikan yang lebih kuat. Karena tidak melalui proses penggorengan, makanan ini dinamakan kerupuk basah.

Cara Penyajian yang Unik

Kerupuk basah biasanya disajikan dengan cara dipotong-potong tipis, lalu disantap dengan saus kacang pedas manis yang gurih dan menggugah selera. Beberapa daerah juga menyajikannya dengan cocolan saus tomat, sambal pedas, atau kecap manis sesuai selera.

Makanan ini bisa dimakan sebagai camilan, lauk pendamping nasi, atau bahkan sebagai hidangan utama dalam acara tertentu. Karena teksturnya lembut, kerupuk basah juga cocok dinikmati segala usia, dari anak-anak hingga orang tua.

Simbol Kebersamaan

Bagi masyarakat Kalimantan Barat, kerupuk basah bukan sekadar makanan, tetapi juga simbol kebersamaan. Setiap kali ada acara keluarga, arisan, hingga pesta adat, hidangan ini hampir tidak pernah absen. Menyantap kerupukk basah sambil bercengkerama dianggap sebagai wujud syukur dan kebahagiaan bersama.

Selain itu, makanan ini juga menjadi salah satu cara masyarakat setempat memperkenalkan budaya lokal kepada tamu dari luar daerah. Tak jarang, wisatawan yang berkunjung ke Putussibau, Kapuas Hulu, atau Singkawang selalu mencari kerupukk basah untuk oleh-oleh atau sekadar mencicipi kelezatannya.

Potensi Ekonomi Lokal

Kini, kerupukk basah tidak hanya hadir di meja makan masyarakat lokal, tetapi juga berkembang menjadi peluang usaha. Banyak pelaku UMKM di Kalimantan yang memproduksi kerupukk basah dalam kemasan beku (frozen food), sehingga bisa dikirim ke berbagai daerah di Indonesia.

Dengan branding yang tepat, kerupukk basah berpotensi menembus pasar kuliner nasional, bahkan internasional. Apalagi, tren makanan berbasis ikan yang sehat dan alami sedang digemari masyarakat modern.

Menjaga Warisan Kuliner

Sebagai makanan tradisional, kerupukk basah merupakan bagian dari identitas budaya Kalimantan yang patut dilestarikan. Generasi muda diharapkan tetap menjaga resep dan cara pengolahannya, sembari mengembangkan inovasi agar tetap relevan di era sekarang. Misalnya, dengan variasi rasa, kemasan modern, hingga promosi melalui media sosial.


✨ Kerupuk basah bukan hanya sekadar makanan, melainkan warisan budaya yang mencerminkan kearifan lokal masyarakat Kalimantan. Teksturnya yang kenyal, rasa ikannya yang kuat, serta cara penyajian yang khas membuat kuliner ini layak dikenal lebih luas sebagai salah satu kekayaan kuliner nusantara.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *